Penyakit Trypophobia. Gejala dan Cara mengatasinya

Penyakit Trypophobia. Gejala dan Cara mengatasinya

Penyakit Trypophobia

 Penyakit trypophobia dikenal dengan penyakit kulit bolong. Nama penyakit kulit yang satu ini mungkin sudah tidak asing lagi didengar. Untuk sebagian orang mungkin masih bertanya-tanya, apakah penyakit kulit berlubang (trypophobia) yang menyerupai seperti sarang lebah itu memang benar-benar ada atau hanya berita kosong saja. Yang perlu diketahui, sebenarnya penyakit kulit berlubang (Trypophobia) yang menyerupai seperti sarang lebah itu tidak ada.

Apa itu Trypophobia

Istilah trypophobia di ketemukan pada tahun 2005, yang terdiri dari dua kata yang merupakan gabungan dari kata trypo (Yunani) yang memiliki arti lubang serta kata phobia yang memiliki arti ketakutan. Walaupun, hingga saat ini pihak dari Statistical Manual of Mental Disorders dan American Psychiatric Association’s Diagnostic tidak mengakui bahwa trypophobia merupakan phobia yang sebenarnya.

Jadi apa itu trypophobia ( penyakit kulit bolong) yang lagi ramai dibicarakan oleh  orang-orang di dunia maya?

Penyakit trypophobia adalah penyakit mental psikologis yang dapat memicu reaksi emosional terhadap seseorang ketika melihat lubang-lubang yang banyak, padahal lubang-lubang tersebut tidaklah berbahaya, seperti sarang lebah, polong biji teratai, sumsum tulang, spons, dll. Penderita trypophobia akan merasa takut, mereka merasa lubang-lubang itu terdapat pada bagian tubuhnya.

Penyakit trypophobia dapat mengakibatkan timbulnya reaksi yang terlalu berlebihan terhadap suatu fenomena atau suatu hal. Trypophobia merupakan jenis penyakit phobia, Kata istilah phobia ini digunakan pada tahun 2009 pada saat itu ramai sekali diperbincangkan, terutama di negara  Filipina dan terus semakin meluas hingga saat ini.

Penderita penyakit ini akan merasakan berbagai gejala tubuh, seperti memiliki perasaan yang tidak nyaman, perasaan-perasaan seperti  ngeri, jijik, gatal, mual, takut, dll, akan kerap sekali terus muncul ketika melihat lubang-lubang kecil, ini dapat menimbulkan gangguan rasa cemas dan perasaan takut yang bisa berpengaruh pada kehidupan sehari-hari.

Sekarang ini, trypophobia dipakai untuk memberikan gambaran mereka yang mempunyai rasa takut terlalu berlebihan terhadap lubang yang berada dikulit termasuk pori-pori. Pori-pori kulit semacam cluster asimetris menjadikan trypophobia merasa tidak nyaman. Orang yang mengidap penyakit trypophobia yang terkena gigitan serangan akan menjadi paranoid,  karena merasa cemas kalau-kalau gigitan serangga tersebut nantinya akan membesar dan menjadi banyak.

Trypophobia

Penyebab Trypophobia

Untuk penyebabnya sendiri penyakit trypophobia belum dapat diketahui dengan pasti. Namun para  ahli memiliki kesimpulan kalau penyakit trypophobia disebabkan karena mengalami traumatic  dengan segala sesuatu yang berlubang, yang pernah dialami sejak masih anak-anak. Pengalaman yang didapat oleh anak usia dini dapat memungkinkan untuk memainkan peranan, seperti sebuah benda yang memiliki banyak lubang yang kecil dapat menyadarkan seseorang tentang penyakit cacar yang pada umumnya terjadi pada masa anak-anak.

Gejala penyakit Trypophobia

Mereka yang mengidap penyakit trypophobia secara psikologisnya akan merasakan beberapa  gejala serta tanda-tanda saat dihadapkan atau melihat kulster lubang, seperti :

  1. Rasa cemas yang begitu tinggi membuat gerakan anggota tubuh kurang di respon
  2. Detak jantung yang begitu kencang (takikardi) sehingga dapat membuat kesulitan bernafas
  3. Memiliki rasa takut serta panik dengan berlebihan
  4. Bagi anak-anak yang mengidap phobia akan lebih rewel serta akan sering menangis dikarenakan rasa ketakutan
  5. Peluh yang akan terus mengucur di barengi dengan suhu tubuh yang panas.

Gejala serta tanda-tanda yang disebutkan di atas menggambarkan dari dampak psikis akibat  phobia dengan lubang. Sebuah penelitian yang dipimpin oleh Geoff Cole menemukan teori kemungkinan dari penyebab rasa ketakutan pada penderita trypophobia yaitu  karena memiliki   kesamaan terhadap suatu visual dengan pola lubang dengan suatu hewan yang beracun tertentu.

Hasil penelitian menunjukkan penyebab timbulnya rasa takut bagi penderita penyakit trypophobia, disebabkan oleh kesamaan visual pola berlubang dengan hewan yang memiliki racun tertentu. Dipercaya juga penyakit phobia terhadap klaster berlubang adalah efek samping dari adaptasi tubuh atau insting yang berusaha agar terhindar dari hewan beracun yang berdasarkan pada keadaan, karena setiap individu mempunyai sifat yang dibawa selalu berhati-hati terhadap hal-hal yang mungkin dapat merugikan dirinya.

Penyakit ini sebenarnya tidaklah berbahaya, karena penyakit ini sama halnya seperti dengan penyakit phobia lainnya, yang merupakan sebuah perasaan takut yang terlalu berlebihan terhadap suatu objek yang dilihatnya penuh dengan lubang. Tetapi gangguan jiwa ini sangatlah tidak nyaman kalau tidak segera diatasi.

Namun hingga saat ini belum ada  obat yang benar-benar spesifik yang dapat mengobati penyakit phobia ini, hanya inisiatif serta kemauan yang sangat kuat untuk sembuh dari dalam diri saja yang  dapat  mengatasi penyakit ini, bisa juga melakukan konsultasi dengan psikolog atau dengan cara melakukan terapi neurolinguistik. Untuk kebanyakan penyakit phobia ini muncul disebabkan oleh gangguan psikologi yang berada dalam   pikiran sendiri.

Cara mengatasi Trypophobia dari sisi Psikologi

Ada beberapa terapi yang dapat dilakukan untuk membantu memperbaiki keadaan psikologi yang terganggu, diantaranya :

#1. Terapi Kognitif

Terapi kognitif ini dilakukan lebih kepada orang-orang yang terkena penyakit ini, dengan tujuan untuk memperbaiki pola pikir yang diliputi oleh rasa takut yang tidak produktif. Penelitian terhadap penderita phobia menemukan bahwa perasaan orang yang menderita phobia akan   kembali dan mencoba memisahkan keadaan yang nyata dan keadaan yang tidak nyata.

#2. Terapi NLP (Neuro-Linguistic Programing)

Di dalam metode terapi ini, penderita penyakit kulit bolong (trypophobia) diminta untuk memprogram kembali pikirannya agar mengurangi perasaan phobia nya. Cara ini merupakan salah satu jenis intervensi yang cepat serta efisien untuk menyembuhkan penyakit trypophobia, cara ini sangat sederhana dan dapat dengan mudah dilakukan penerapannya.

#3. Terapi Prilaku

Cara ini dapat memungkinkan seorang penderita trypophobia agar dapat merubah serta dapat mengendalikan perilaku yang tidak di inginkan. Dengan melakukan terapi ini, penderita trypophobia dapat belajar bagaimana cara untuk mengatasi trypophobia apalagi pada saat mereka menemukan atau melihat lubang-lubang yang kecil.

#4. Terapi CBT (Cognitive Behavior Therapy)

Seperti diketahui, ada beberapa metode terapis yang menggunakan perpaduan terhadap dua perlakuan untuk menyembuhkan penyakit kulit trypophobia. penderita penyakit kulit trypophobia diberikan pengetahuan serta diberikan keterampilan untuk pemulihan yang bisa mereka gunakan di dalam kehidupan sehari-hari mereka.

#5. Melakuakn Hipnoterapi

Cara yang di gunakan dengan menggunakan metode hipnoterapi, pertama-tama penderita penyakit ini diminta untuk menghilangkan tentang perasaan takut mengenai lubang-lubang kecil. Cara ini cukup populer untuk digunakan agar phobia yang di alami dapat berkurang serta dapat hilang.

#6. Terapi Abreaksi

Terapi berikutnya yaitu dengan metode terapi abreaksi, metode terapi abreaksi ini bisa diandalkan guna mengurangi perasaan trypophobia atau rasa takut terhadap lubang-lubang kecil.

Cara kerja terapi ini, penderita diminta agar melihat foto atau gambar-gambar lubang kecil dari jarak kejauhan agar menjadi terbiasa dahulu. Setelah terbiasa melihat lubang-lubang kecil dari  kejauhan perlahan-lahan gambar atau foto lubang-lubang kecil tersebut di dekatkan sampai dekat tepat dihadapan penderita trypophobia.

#7. Terapi Desentiasi Sistematis

Sebelum dijelaskan lebih jauh tetang terapi desentiasi sistematis, perlu diketahui terlebih dahulu apa itu terapi desentiasi sistematis? desentiasi sistematis ialah satu dari beberapa cara yang bisa dilakukan agar dapat mengurangi rasa takut bagi penderita trypophobia  mengenai lubang-lubang kecil.

Yang pertama dilakukan untuk terapi desentiasi sistematis penderita trypophobia dibuat rileks terlebih dahulu serta diminta untuk membayangkan sesuatu yang bisa menyenangkan sehinggan menjadi nyaman. Setelah merasa nyaman, penderita trypophobia akan diperlihatkan gambar atau foto lubang-lubang yang terdapat pada tubuh manusia.

#8. Terapi Flooding

Cara terapi flooding yaitu terapi  dengan cara menempatkan penderita trypophobia bersama foto atau gambar-gambar lubang-lubang kecil yang berada pada tubuh manusia atau sumsum tulang. Sampai penderita trypophobia menjadi terbiasa melihat hal ini, untuk pertama kali penderita akan mengalami rasa takut yang berlebihan, panik, bahkan bisa sampai pingsan.

#9. Dengan Meminum Obat

Cara ini sesungguhnya tidak dianjurkan untuk menjadi solusi, sebab dengan mengkonsumsi obat dalam jangka waktu yang cukup panjang bisa menyebabkan efek samping. Kalau memang terpaksa harus mengkonsumsi obat-obatan, bisa mengkonsumsi obat-obat penenang, obat antidepresan, beta-blocker atau obat-obat lainnya yang sesuai dan sudah di rekomendasikan oleh dokter.

#10. Melakukan Reframing

Untuk menghilangkan penyakiy ini atau rasa takut terhadap lubang-lubang kecil, yaitu dengan cara mengingat serta membayangkan mengenai masa lalu yang pernah terjadi. Setelah penderita mengingat mengenai kejadian dimasa lalu yang menyebabkan terkena penyakit trypophobia, ceritakan semua kejadian itu kepada dokter agar dapat disembuhkan.

#11. Melakukan Konseling

Melakukan konseling merupakan tahapan yang paling penting. Lakukan konsultasi dengan rutin kepada dokter tentang penyakit trypophobia yang dialami. Ceritakanlah semua perasaan yang dialami, entah itu rasa takut, rasa sakit yang dialami. Semakin jelas informasi yang disampaikan, maka akan semakin mudah bagi dokter untuk menyebuhkan penyakit trypophobia yang diderita.

Walaupun penyakit trypophobia ini tergolong suatu penyakit yang tidak parah agar mendapatkan perawatan medis yang khusus. Penderita trypophobia bisa dibantu melalui terapi-terapi yang   disebutkan di atas. Penderita penyakit trypophobia pada umumnya akan membicarakan mengenai  objek-objek yang merak takuti, lalu secara bertahap penderita trypophobia akan memulai membiasakan diri dengan objek foto atau gambar-gambar lubang kecil itu sendiri.

Hingga akhirnya akan belajar lebih tenang dalam menghadapi objek lubang kecil yan menjadi masalah dari   penyakit trypophobia yang dialaminya. Mengkonsumsi obat-obatan memang tidak dianjurkan sama sekali untuk penderita penyakit phobia, hanyak dengan cara terapi serta mengungkapkan semua masalah yang menyebabkan menderita sakit ini kepada para dokter yang ahli dibidangnya, yang dapat membantu menyembuhkan sakit phobia tersebut. Obat atau obat penenang dapat dikonsumsi untuk kasus-kasus yang berat jika diperlukan.

Itulah sekilas pembahasaan mengenai penyakit trypophobia. Jika mengenali gejala-gejala penyakit aneh ini, segera ambil tindakan yang cepat serta tepat. Lakukan terapi serta konsultasi kepada dokter agar cepat teratasi dan tidak berkelanjutan.

Perasaan takut serta jijik merupaka perasaan normal yang dimiliki oleh manusia, namun harus dapat mengendalikan perasaan takut serta perasaan jijik tersebut agar tidak terlalu berlebihan, yang nantinya malah akan merugikan diri sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *