cincin-kawin-sederhana

Cara tepat memilih cincin pernikahan

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa cincin yang disematkan di jari manis menjadi adalah tanda bahwa orang tersebut telah menikah. Cincin kawin ini begitu signifikan dan merupakan momen yang selalu ditunggu di acara pernikahan. Efek saampingnya, cincin kawin menjadi banyak dijual di pasaran. Dari cincin emas sampai dengan cincin kawin emas putih, semua itu ada.

Apa Makna Dari Cincin Kawin?

Banyak orang yang mungkin saja bertanya-tanya kenapa pasangan pengantin harus menggunakan cincin kawin. Bahkan bisa jadi beberapa berpikir bahwa pemakaian cincin kawin dalam kehidupan sehari-hari hanyalah menjadi kedok bagi perusahaan perhiasan untuk mendapatkan untung. Meskipun hal ini tak selalu salah, namun marilah kita melihatnya dalam kacamata yang tidak terlalu sinis.

Cincin kawin, baik cincin kawin emas putih maupun cincin kawin yang dibuat dari emas, polos atau ditaburi permata, memiliki makna yang cukup signifikan. Sederhananya, cincin kawin menjadi simbol bahwa antara Anda dan pasangan Anda adalah dua individu yang sekarang ini saling terikat satu sama lain, dan menjadi satu hati dan jiwa dalam ikatan perkawinan.

Lebih jelasnya, mari lihat makna cincin kawin tersebut:

1. Menyimbolkan motivasi dan kekuatan pasangan

Dulunya, hanya para bangsawan dan anggota kerajaan yang mampu memakai cincin, sehingga cincin menjadi identik dengan kekuatan. Cincin kawin pun menjadi simbol kekuatan yang akan Anda dan pasangan dapatkan untuk menjalani rumah tangga bersama-sama, dan menjadi motivasi untuk hidup.

2. Roda yang berputar

Cincin memiliki bentuk yang melingkar seperti roda, yang menyimbolkan bahwa kehidupan rumah tangga Anda akan mengalami berbagai macam situasi, dari yang bahagia sampai sedih. Namun keluarga Anda akan terus berjalan dan mengatasinya.

3. Simbol cinta yang tanpa akhir

Cincin tak memiliki ujung dan terus melingkar. Ini menyimbolkan bahwa cinta antara pasangan suami istri tak memiliki akhir, bulat sempurna, dan akan terus berlangsung. Bagi beberapa orang, bentuk ini juga menjadi lambang keberuntungan.

Apa yang Perlu Diperhatikan Ketika Memilih Cincin Kawin?

Karena makna yang dalam dari cincin nikah tersebutlah, bagi banyak orang, cincin kawin memegang peran yang penting. Selain itu, cincin kawin juga menjadi semacam simbol status bagi orang-orang, dengan semakin kompleks dan mewah cincin tersebut, maka semakin tinggi pula gengsi dari pasangan mempelai dan keluarganya. Meski Anda sendiri mungkin tak terlalu setuju dengan hal tersebut, tak bisa dipungkiri bahwa orang-orang biasanya akan menilai cincin yang Anda gunakan.

Baik Anda memilih cincin kawin emas putih maupun cincin emas yang biasanya jadi norma, tak ada salahnya melakukan banyak pertimbangan dalam memilih cincin kawin. Lagipula, cincin ini akan Anda sering pakai selama hidup berumah tangga nantinya. Daripada Anda dan pasangan menyesal karena tak menyukai model cincinnya, lebih baik Anda pilih mulai dari sekarang.

Untuk bisa memilih cincin kawin yang tepat bagi Anda dan pasangan, Anda perlu persiapan sebelum memilih. Perhatikan hal berikut ini:

1. Cari referensi sejak dini

Mulailah melakukan pencarian dan inspirasi untuk model cincin kawin dari internet, majalah, dan juga dari toko-toko perhiasan. Mulailah sejak awal Anda dan pasangan menentukan waktu pernikahan sehingga masih banyak waktu.

2. Persempit pilihan

Buat daftar pertanyaan seperti jenis logam yang diinginkan, model cincin kawin, ada ornamen atau tidak, pesan khusus atau langsung beli, dll. Sehingga Anda bisa langsung menentukan pilihan.

3. Siapkan budget

Persiapkan budget untuk membeli cincin kawin sebanyak 3% dari biaya keseluruhan untuk pernikahan. Ini akan memberikan Anda dana cukup untuk membeli cincin berkualitas.

Ketika Anda sudah siap memilih cincin kawin, maka perhatikan tips berikut ini saat melakukannya:

1. Pikirkan desain jangka panjang

Karena Anda akan memakainya untuk waktu yang lama, sebaiknya Anda mempertimbangkan model cincin kawin yang klasik, sederhana, maupun model yang akan terlihat bagus sampai 20 tahun ke depan.

2. Pertimbangkan pilihan bahan

Cincin kawin tidak harus dari emas sepenuhnya. Campuran antara emas putih dan emas kuning, ataupun cincin dari bahan alternatif seperti titanium, cobalt, tungsten, dll.

3. Lihat bentuk jari

Tidak semua desain cincin cocok dengan bentuk jari Anda. Contohnya adalah jari yang kecil dan cincin yang lebar, ini tentu tak cocok, sehingga Anda harus memodifikasinya.

4. Sesuaikan dengan selera masing-masing

Anda tak harus menggunakan desain cincin yang seragam kalau ternyata selera Anda dan pasangan berbeda. Cobalah mencari desain yang berbeda tapi saling melengkapi, sehingga justru terlihat unik.

Setelah Anda mempertimbangkan tentang desain dan bahan cincin, jangan lupakan pula tentang poin-poin berikut ini:

1. Pertimbangkan tentang alergi
Kalau Anda memutuskan menggunakan logam yang bukan emas, pertimbangkan bahwa pasangan Anda mungkin alergi dengan bahan-bahan tersebut.

2. Pikirkan kegiatan sehari-hari
Cincin kawin tersebut akan Anda pakai setiap hari. Jadi pikirkan desain yang tak akan terlalu menarik perhatian orang, yang praktis untuk digunakan ketika bekerja, atau mengerjakan pekerjaan rumah.

3. Tentang perawatan
Pikirkan juga bahwa cincin kawin Anda tersebut harus mudah dirawat untuk sehari-hari sehingga tidak merepotkan Anda.

4. Jangan lupakan ukuran
Ingat, jari Anda tidak akan selalu sama ukurannya dengan sekarang ini. Jadi ketika Anda melakukan fitting untuk cincin, usahakan Anda ada di situasi yang normal, tenang, dan suhu tubuh normal.

Jenis-jenis Bahan Cincin Kawin

Seperti yang telah disinggung di atas, cincin kawin tak harus selalu terbuat dari emas, meskipun ini memang bahan yang paling bebas alergi dan juga gampang dijumpai. Tapi tak semua orang menyukai emas, dan bisa saja ada larangan tertentu yang harus dipatuhi tentang emas. Jadi jangan terpaku dengan bahan ini ketika Anda akan memilih cincin kawin.

Ini beberapa bahan alternatif yang bisa Anda pertimbangkan, dengan kelebihan dan kekurangannya:

• Emas putih – harga lebih terjangkau, perawatan lebih mudah, warna indah, namun tak terlalu awet.
• Platinum – berwarna putih lembut, kuat, dan sering dipakai untuk peralatan militer. Kalau ada goresan, bisa diperbaiki dengan membawanya ke ahli perhiasan.
• Perak sterling – harga terjangkau, lebih awet daripada perak asli, dan terlihat indah. Hanya saja gampang menghitam.
• Cobalt – 4 kali lebih kuat daripada platinum, warnanya putih mengkilap, dan berat. Mudah disesuaikan ukurannya dan paling tahan gores.
• Stainless steel – mengkilap, kuat, harga terjangkau, dan mudah dibersihkan.
• Titanium – ringan, sangat kuat, terlihat modern, pilihan warna lebih maskulin (hitam, abu-abu, perak), dan tidak memberikan reaksi alergi. Hanya saja sulit mengubah ukurannya.
• Tungsten – 4 kali lipat lebih kuat daripada titanium, bukan alergen, perawatan mudah, dengan warna mengkilap. Namun ukurannya sulit disesuaikan.

Apakah Anda sudah dapat bayangan tentang cincin kawin yang akan dipilih? Baik Anda memilih cincin kawin emas putih maupun dari platinum, perak, dan logam-logam alternatif lainnya, ingatlah untuk selalu menyesuaikannya dengan selera Anda berdua. Cincin kawin juga bisa dibilang merupakan tanda komitmen, jadi pilihlah yang memberikan makna mendalam bagi Anda dan pasangan.

Rate this post

SHARE
Hai, perkenalkan saya Mr. Murai, pada blog ini saya dan beberapa kontributor mencoba untuk berbagi apa yang kami ketahui kepada anda. Semoga bermanfaat :)

Berikan komentar anda dibawah ini

LEAVE A REPLY